PERBEDAAN SUKU, AGAMA, RAS, DAN GENDER YANG BERSIFAT MEMERKAYA MANUSIA DALAM BERGAUL
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dunia ini adalah dunia yang sangat pluralistik. Mulai dari ujung kutub utara, hingga ujung kutub selatan, manusia dapat menemukan berbagai macam pulau, suku, agama, ras, dan budaya. Di satu sisi, keberagaman ini dapat dipandang sebagai suatu kekuataan, namun di sisi lain juga dapat dipandang sebagai suatu kelemahan. keberagaman akan menjadi suatu kekuatan manakala dengan adanya keberagaman mampu mewujudkan perasaan persatuan dan kesatuan sebagai manusia. Sebaliknya, keberagaman akan menjadi suatu bencana, manakala benih-benih sukuisme, radikalisme agama, dan rasa kebangsaan yang chauvinistik telah muncul dan bersemayam dalam suatu kelompok agama, suku/etnis, keyakinan, dan bangsa.
Di dunia yang pluralistik ini, tak jarang timbul berbagai macam persoalan-persoalan SARA. Persoalan-persoalan SARA ini seringkali muncul karena berbagai macam hal. kesenjangan dan ketidak harmonisan dalam kehidupan sosial, ekonomi dan politik merupakan beberapa contoh penyebab dari persoalan-persoalan SARA ini. Banyak pusat-pusat ekonomi yang saat ini sudah mulai dikuasai oleh segelintir elit, sedangkan masyarakat pada umumnya hanya mampu untuk menjadi 'kuli' untuk elit-elit tersebut. Pemerataan ekonomi tidak mampu menyentuh masyarakat lapisan
bawah di berbagai daerah. Kebijakan politik dari beberapa negara yang dianggap hanya berpihak pada kepentingan kelompok segelintir orang yang mampu mempengaruhi kekuasaan. Masyarakat kecil merasa menjadi korban sehingga muncul apatisme terhadap keadaan dunia saat ini.
Jika manusia mampu bersikap dewasa, seharusnya persoalan-persoalan SARA ini tidak perlu terjadi. Persoalan-persoalan SARA ini merupakan salah satu bukti bahwa sikap kekanak-kanakan yang masih merajalela di dunia ini. Jika kita melihat ke dalam moralitas Kristiani sendiri, kita akan melihat berbagai macam ajaran yang menuntun kita kepada penghargaan keberagaman. Iman Kristiani sendiri mengajarkan bahwa manusia tidak perlu memertentangkan perbedaan di antara mereka. Perbedaan itu justru dapat menjadi harmoni yang saling menyempurnakan.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa itu keberagaman suku, agama, ras, dan gender?
2. Apakah keberagaman tersebut baik adanya?
3. Bagaimana iman Kristiani melihat keberagaman tersebut?
C. TUJUAN MAKALAH
1. Memberikan pengertian terhadap keberagaman suku, ras, agama, dan gender.
2. Menjelaskan tanggapan iman Kristiani terhadap keberagaman tersebut.
D. MANFAAT MAKALAH
Menjadikan seorang Kristiani mampu untuk menghaegai berbagai macam keberagaman yang ada di sekitarnya.
Bergaul dengan semua orang. Bergaul dengan semua orang mungkin merupakan hal yang mudah bagi mereka yang sudah terbiasa hidup di dunia pluralis. Mereka cenderung menghargai perbedaan dan latar belakang dari setiap manusia. Namun, mungkin akan lain cerita jika mereka hidup di dunia yang sangat homogen, yang cenderung lebih banyak kesamaannya.
Perbedaan atau keberagaman merupakan hal yang umum di dunia ini. Mungkin, di setiap hari kita akan menemukan berbagai macam perbedaan. Mulai dari keberagaman dalam hal gender, ras, agama, suku, bangsa, dsb. Kehidupan manusia memang tidak bisa dilepaskan dari keberagaman. Dari kitab kejadian sendiri, kita bisa melihat berbagai macam bentuk keberagaman. Mulai dari kisah penciptaan yang pada mulanya, Allah tidak hanya menciptakan manusia dalam satu jenis, namun dua jenis, laki-laki dan perempuan. Selain itu, dalam kitab kejadian ini pula kita dapat melihat keberagaman suku dalam keturunan Israel. Masih banyak kisah mengenai keberagaman yang dapat kita temui dalam Alkitab.
Perbedaan merupakan sebuah hal yang sudah ada sejak penciptaan berlangsung, maka dari itu kita harus mampu untuk menghargainya. Ketika kita dapat menghargai perbedaan dengan kasih, kita bisa melihat keindahannya. Indahnya perbedaan itu dapat digambarkan dengan pelangi. Indahnya pelangi terbentuk dari berbagai macam warna yang berbeda. Keindahan pelangi hanya dapat dinikmati oleh hati yang bersih.
Ketika kita menyadari bahwa Tuhan menjadikan semuanya dalam perbedaan, kita akan menyikapi perbedaan dengan bijaksana. Dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak bisa menghindari untuk berjumpa dengan orang yang berbeda, seperti latar belakang, watak, kepribadian, status sosial, status ekonomi, keyakinan, dan suku. Dalam perbedaan yang ada itu, kita tidak perlu mencari siapa yang lebih baik, karena semua diciptakan secara unik dan untuk saling melengkapi. Artinya, kita memandang perbedaan itu untuk melengkapi ketidaksempurnaan kita.
Perbedaan pria dan wanita dapat menjadi ilustrasi bahwa perbedaan itu untuk saling melengkapi. Hanyalah wanita yang dapat mengandung bayi, tetapi wanita tidak bisa mengandung tanpa pria. Perbedaan-perbedaan yang digabungkan itulah yang membuat kita kuat! Ketika kita menyadari hal ini, kita tidak akan merasa lebih unggul dari satu sama lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar